Tuesday, 10 April 2012

SEMUA BAYI TERLAHIR ISLAM


Semua bayi yang lahir ke dunia adalah seorang Muslim. Hanya saja, tidak ada yang menyadari hal tersebut. Demikian keyakinan Themise Cruz setelah dirinya memeluk Islam beberapa tahun silam.

"Kita lahir dalam keadaan Islam. Sayang, budaya sekitar kita yang mengubah kenyataan itu. Tapi Allah rupanya menyayangiku, ia berikan hidayah padaku untuk kembali pada Islam," papar dia.

Themis menuturkan perkenalannya pada Islam diawali saat ia mengikuti pelatihan di kampus selama bulan Ramadhan. Pelatihan itu digelar mahasiswa Muslim guna memperkenalkan Islam kepada warga kampus. "Di kampuslah, saya bertemu dengan Muslimah yang mengundang saya ke rumahnya untuk belajar dan makanan," kenang Themise.

Awalnya, ia merasa risih dengan perbedaan budaya antara ia dan temannya. Sempat terpikir untuk menolak, namun ia tidak mau terjebak dalam sterotip negatif tentang Islam. Ia harus membuka pikirannya tentang apa yang menjadi pandangan umum masyarakat Amerika Serikat saat itu.

Tapi sang Pencipta yang memberikan jalan kepada Themise untuk terikat dengan persahabatan dengan Muslimah, yang merupakan imigran dari Timur Tengah. Ia selanjutnya diperkenalkan dengan gaya hidup Islam. Dari persahabatan itulah, ia tahu setiap Muslim dilarang untuk mengkonsumsi alkohol dan daging babi. Ia juga menyaksikan sahabatnya itu melaksanakan shalat dan berpuasa.

"Sejak saat itu, saya pikir ada yang salah tentang pandangan masyarakat AS terhadap Islam. Jujur saya sempat bingung waktu itu, tapi saya tidak tahu kalau hal itu merupakan tanda saya mendapatkan hidayah dari Allah SWT," ungkapnya.

Kebingungan terus melanda Themise. Ia seolah makin bingung entah harus berbuat apa. "Saya berhasil dalam aspek materi kehidupan, tetapi pikiran dan hati saya selalu gelisah. Aku begitu lemah, aku seperti menipu diriku sendiri untuk percaya pada hal-hal bersifat material seperti apa yang diajarkan orang tua ku," kisah Themise.

Selepas ibunya meninggal, Themise kian hampa. Peninggalan harta melimpah tidak membuatnya tenang. Ia mencoba untuk melanjutkan hidupnya. Tapi lagi-lagi ia kembali didera kebingungan. "Aku tidak lagi mengabaikan Allah. Aku harus membuka diri atas Allah," kata Themise.

Tak berselang lama, Themise pun melaksanakan niatnya itu. Ia memang sudah membayangkan akan mengalami kesulitan untuk memulainya. Islam merupakan agama yang disiplin dengan ritual. Secara budaya, bahasa dan ritual, Islam jauh berbeda dengan keyakinan terdahulu. Beruntung, Themise mendapat banyak bantuan suami yang Muslim.

"Suamiku mengajarkan banyak hal tentang Islam. Berkat bantuannya, aku secara perlahan mulai memahami Islam. Harus diakui, aku seolah baru mengenal agama dan Tuhan ketika bersinggungan dengan Islam. Saya mulai pelahan membaca Quran selama berjam-jam pada suatu waktu," paparnya.

"Aku tahu, Allah akan menolong saya," tambah dia.

Semenjak menjadi Muslimah, Themise mulai berkomunikasi dengan saudara seiman. Mereka membantu Themise untuk lebih mudah memahami Islam. Sebulan sekali, Themise bersama teman-temannya itu menggelar pengajian. Banyak hal baru yang diperoleh Themise.

Ia pun mulai memahami pentingnya kesabaran dan pemahaman. Hal itulah, yang menyebabkan Themise kian menyadari keberadaan Pencipta. "Dia memberikan ku kekuatan dan kesabaran. Aku selalu menyadari Allah selalu bekerja dengan cara-Nya yang mungkin tidak dimengerti manusia," kata dia.

Tidak Diterima

Secara perlahan Themise mulai terbiasa dengan identitas barunya sebagai Muslimah. Namun, tidak dengan keluarganya. Hingga kini, keputusannya memeluk Islam tidak diterima oleh keluarganya. Keluarganya pun menolak keberadaan suaminya. "Bagaimana Anda meninggalkan Yesus, sementara aku mengasihi Yesus," kata salah seorang kerabatnya kepada Themise.

Themise begitu tenang menjawab pertanyaan itu. Menurutnya, ia tidak meninggalkan Yesus. Hanya saja, dirinya mulai memahami ajaran Yesus sebenarnya. "Islam mengharuskan setiap Muslim mengimani para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Artinya, setiap Muslim harus menghormati Yesus dan Ibrahim," jawab Themise kepada kerabatnya itu.

Perjuangan Themise untuk menjadi seorang Muslim paripurna belum selesai. Dihadapannya menunggu sejumlah tantangan yang menguji kualitas keimannya. "Aku tahu budaya Barat belum menerima atau memahami Islam. Kita masih dianggap sebagai fundamentalis atau teroris," ungkapnya.

"Saat ini, pengetahuanku masih rendah. Aku hanya berpikir untuk menutup pikiran dan hati ku atas apa yang mereka katakan tentang muslim. Semoga kami selalu dibeirkan kesabaran dan kasih sayang. Dan semoga Allah membuka pintu hati dan pikiran mereka pada kebenaran," pungkasnya.

Subhanallah,Maha Besar Allah atas Segala Firman-Nya

Friday, 6 April 2012

Mulutmu Harimaumu


“Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaaf [50]: 18)

Lidah tidak bertulang. Petatah itu menggambarkan bagaimana lidah bisa membawa si pemiliknya menuju pintu surga atau menuju pintu neraka. Bahaya yang ditimbulkan oleh lidah sangat besar, dan petaka yang bermula darinya juga luar biasa. Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Pernah memegang lidahnya sambil menangis dan berkata, “Inilah yang mendatangkan berbagai bencana padaku.”

Lidah memiliki banyak “penyakit” yang bisa membawa pemiliknya mendapatkan malapetakan seperti perkataan dusta, gosip, adu domba, perkataan kasar, mencela, perkataan kotor, kesaksian palsu, kata-kata laknat, cemoohan, merendahkan orang lain, dan sebagainya. Karena itu tidak aneh jika banyak perkataan yang menghantarkan pelakunya ke neraka, lantaran ia tidak bisa mengontrol lidahnya, dan membiarkan kata-katanya liar.

Lidah laksana binatang buas yang amat berbahaya, ular berbisa, dan api yang meluap-luap. Ibnu Abbas ra, pernah berkata kepada lidahnya sendiri, “Wahai lidah, katakanlah yang baik niscaya engkau akan meraih kebaikan. Atau diamlah, niscaya engkau akan selamat. Semoga Allah merahmati seorang muslim yang menahan lidahnya dari kehinaan, mengikatnya dari gosip, mencegahnya dari ucapan sia-sia, dan menahannya dari kata-kata yang diharamkan.”

Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada Mu’adz ra. sambil memegang lidah, “Tahanlah ini!” Mu’adz berkata, “Apakah kami akan disiksa karena apa yang kami ucapkan, wahai Rasulullah?” “Ibumu akan kehilangan dirimu wahai Muadz. Tidaklah wajah orang-orang itu dilemparkan ke dalam api neraka melainkan karena hasil perbuatan lidah mereka." (HR Tirmidzi dan Ahmad)

Namun begitu, lidah juga merupakan sarana menuju kebaikan dan bisa mengantarkan pemiliknya ke pintu surga. Maka, alangkah damainya orang yang senantiasa berzikir, memohon ampun, memuji, bertasbih, bersyukur, dan bertobat kepada Allah dengan lidahnya. Dan alangkah malangnya orang yang mengoyak kehormatan
manusia, menodai kesucian, serta mendongkel nilai-nilai kebenaran.


Semoga Allah merahmati orang yang berhati-hati dengan segala ucapannya, mengatur lirikan-lirikan matanya, menghaluskan tutur katanya, dan menimbang-nimbang dahulu apa yang akan diucapkan. Allah SWT berfirman, “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qâf
[50]  : 18)

Dalam hadisnya, Rasulullah SAW juga selalu mengingatkan umatnya untuk selalu menjaga kehormatan lidahnya dalam berbicara. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang terletak di antara dua rahangnya (lidah), dan apa yang terletak di antara dua pahanya (kemaluan), maka aku akan menjamin untuknya surga.” HR Bukhari dari Sahl bin Sa’ad.

Patut kita sadari, melatih jiwa kita untuk selalu melaksanakan perbuatan-perbuatan yang dianjurkan Allah SWT dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Ya Allah, kami memohon pada-Mu agar kami memiliki lidah-lidah yang
jujur dan hati yang bersih.

Tuesday, 3 April 2012

HangZhou Steam Turbines with Siemens Technology


Hangzhou Steam Turbine Co., Ltd. designs, manufactures, sells, and services industrial steam turbines and related equipments, elements, and accessories primarily in China. It offers various impulse and reaction turbines, including condensing, extraction, backpressure, extraction condensing, multi-stage backpressure, and extraction backpressure turbines. The company also provides equipment integration, after-sales, and import and export services. In addition, it is involved in the development and manufacture of electrical and mechanical equipment control unit; manufacture of cast iron and steel products; installation and maintenance of casting equipments; manufacture and processing of equipment of steam turbines; design, manufacture, retail, and wholesale of cooling and depressurizing equipment; and manufacture of forging and casting materials, and chamotte and concrete products.

Further, the company offers steam and gas turbine, generator, gear box, boiler, air cooler, condensator, power plant equipment, water turbine, air compressor, fan, controlling equipment, spare parts, and materials. Additionally, it engages in researching, developing, and application of energy saving and environment protection technologies; promoting and selling environment protection products; and a provision technical consulting services, feasibility researching, designing, and contracting environment protection projects. The company also provides steam turbine periphery; and design, installation, consultation, and technology services. Its products are used in various industries, such as electric power and petrol chemistry; rotator machinery, compressor, air-blower, pump, and squeezer; oil refining, chemical, chemical fertilizer, building materials, metallurgy, electricity, light, and environmental protection; and power plants. The company was founded in 1958 and is based in Hangzhou, China. Hangzhou Steam Turbine Co., Ltd. is a subsidiary of Hangzhou Steam Turbine Power Group Co., Ltd.
Given the relatively low fuel cost of coal- and nuclear-powered steam turbine generators, and the increasing strategic value of existing sites, a modernization of existing equipment can be more cost-effective and faster than installing new generation equipment. Performance Enhancement Programs can help you to improve assets and environmental compatibility, and furthermore lead to higher reliability and overall performance. Our customers are impressed by the performance enhancements resulting from modernizations. We prepare either your power plant, your plant in the oil & gas sector or your industrial plant for tomorrow and beyond. We inspect your plant, whether Siemens plants or plants manufactured by other OEMs, and give you the options tailored to your needs.

Focused on the turbine generator and its auxiliaries, Hangzhou with Siemens Technology provides the interface across various disciplines to address the boiler (or steam generator), the control system and the balance of plant considerations on any modernization activity. We also assist in evaluating the net present value calculation and IRR analyses necessary to justify the project. In addition, uniquely qualified engineers provide complete turnkey installation of modernized equipment in concert with the plant's inspection requirements and scheduled outage duration. They can help to plan the outage work in detail with other subcontractors to ensure an on-time completion. Finally, Hangzhou has the capability to utilize creative financing for the modernization capital, based on sales of the incremental megawatts.

Wednesday, 7 March 2012

5 Tips Terbaik untuk Hidup Sehat Anda



"Kesehatan adalah kekayaan" kata pepatah. Anda tidak dapat dikatakan cukup menghasilkan kekayaan ketika Anda sakit. Oleh karena itu penting untuk mempertahankan gaya hidup yang sehat.

Ada 5 tips untuk hidup sehat yang dapat diaplikasikan di kehidupan anda sehari hari untuk kehidupan sehat anda.

1. Makanan. Kesehatan setiap orang tergantung pada apa yang ia makan. Orang yang makan dan diet seimbang; kaya karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, lemak dan minyak dan air pasti akan sehat.

Tubuhnya akan mengembangkan antibodi yang cukup yang akan berperang melawan setiap antigen yang masuk ke dalam tubuh. Semua sel dan jaringan yang rusak akibat kegiatan sehari-hari akan diisi ulang. Satu yang lain, orang yang makan diet seimbang akan sakit dari waktu ke waktu.

Juga orang yang mengkonsumsi banyak alkohol, merokok, mengambil obat keras dll, akan membahayakan kesehatannya. Hal-hal akan menghancurkan sistem kekebalan tubuh, sel-sel dan jaringan.

Hal ini akan mengakibatkan penyakit seperti kanker, tekanan darah tinggi, diabetes dll .Pertanyaannya datang kepada Anda sekarang, apa yang Anda makan? Apa yang anda biasanya makan? Berpikir dan bertindaklah sekarang untuk hidu sehat anda :)

2. Olahraga. Olahraga sangat penting untuk hidup sehat. Hal ini memungkinkan kita meregangkan otot dan jaringan, membakar lemak dalam tubuh kita, membuat peredaran darah , pencernaan, pernafasan, dan sistem ekskretoris kita bekerja dengan baik.

Olahraga membuat kita tidur dan istirahat dengan baik. Manfaat yang diperoleh dari Olahraga begitu banyak. Ada berbagai jenis olahraga yang bisa kita lakukan seperti: berjalan, berjalan, melompat, menari, jogging, bersepeda, sepakbola, basket, dll

Anda dapat memilih dari salah satu diantaranya. Cobalah sebisa mungkin keringat. Berolah raga sedikitnya dua jam setiap minggu. Tidak peduli Anda membuat jadwal yang ketat untuk waktu berolahraga.

3. Beristirahat. Tubuh adalah seperti sebuah mesin yang dapat mengurai jika tidak  didinginkan setelah bekerja berjam – jam. Istirahat membantu tubuh kita menjadi lebih segar, lebih efisien dan tentu lebih produktif.

Ketika kita beristirahat, metabolisme tubuh melambat, dan pada saat itu dilakukan perbaikan pada sel-sel dan jaringan. Beberapa orang telah menyalahgunakan tubuh mereka dengan bekerja sepanjang tahun dan pada akhirnya adalah merusak sistem tubuh mereka. Luangkan waktu sejenak untuk liburan dan bersantai, ini sangat baik untuk kesehatan Anda. :)

4. Bekerja. Pekerjaan sangat penting untuk mempertahankan hidup sehat. Bekerja dapat menciptakan kekayaan, dan kekayaan digunakan untuk mempertahankan hidup sehat. Sebuah kata pepatah berkata "dia yang tidak bekerja tidak boleh makan".

Dan kita tahu kesehatan implikasi-sakit dan kematian. Jangan pernah malas, ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menciptakan kekayaan, terlibatlah dalam pekerjaan dan jadikanlah hidup anda bahagia.

5. Lingkungan. Tempat kita tinggal menentukan keadaan kesehatan kita. Sebuah lingkungan, kotor rawan nyamuk, udara daerah tercemar tentu akan membahayakan kesehatan kita. Jika kita menjaga lingkungan kita tetap bersih, maka niscaya hidup kita akan selalu sehat.

Sunday, 4 March 2012

Kasih Sayang Ibu

Di sebuah rumah sakit bersalin, seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya. "Bisa saya melihat bayi saya?" pinta ibu yang baru melahirkan itu penuh rona kebahagiaan di wajahnya. Namun, ketika gendongan berpindah tangan dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, si ibu terlihat menahan napasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit, tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Bayi yang digendongnya ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget, si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang.
Waktu membuktikan, bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Ibu itu pun ikut berurai air mata. Ia
tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak, anak itu bercerita, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Begitulah, meski tumbuh dengan kekurangan, anak lelaki itu kini telah dewasa. Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya, meski punya kekurangan, ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas. Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan menulis. Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik.

Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia," kata si ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Ia pun seperti terlahir kembali. Wajahnya yang tampan, ditambah kini ia sudah punya daun telinga, membuat ia semakin terlihat menawan. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.
Beberapa waktu kemudian, ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia lantas menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya."
Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari, tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi. Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik si ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, ‘kan?"
Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah tangisnya. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini.

Sahabat,
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun ada di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat. Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya. Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati, di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun.
Dalam cerita di atas, cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan. Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni. Karena itu, sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan jasa seorang ibu. Sebab, apa pun yang telah kita lakukan, pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang.
Mari, jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan. Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada para ibu, kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan

Saturday, 25 February 2012

Tarekat Syech Abdul Qadir Djaelani


Muslim mengikuti tarekat (jalan spiritual menuju Allah Ta'ala) berdasarkan syariat (hukum Islam yang suci).
Dalam urusan syariat (hukum Islam suci), Mahbub Sub-hani Syaikh 'Abdul Qadir Jilani Rady Allahu' Anhu adalah  dalam madzhab Hanbali (sekolah hukum Muslim suci) serta mazhab Syafi'i, dan Kepala eksponen dari Ahlus-Sunnah wal u's Jama'ah (orang-orang yang mengikuti gaya hidup Nabi Muhammad dan para sahabatnya diberkati).
Cara untuk lebih dekat kepada Allah Ta'ala adalah melalui pemenuhan kewajiban agama , ibadah sunah  siang dan malam, melalui pengingatan kepada sang Khalik (zikir) Allah, salawaat tanpa henti (doa berkat) pada Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wa Sallam, Sunnah puasa, amal, sifat zuhudnya (pantang) dan juhd (pengurasan tenaga di jalan Allah Ta'ala) sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad sendiri. Ini kemudian dinamakan tarekat (jalan spiritual menuju Allah Ta'ala) yang berakar pada syariah (Hukum Islam suci).
Syaikh 'Abdul Qadir Jilani belajar tentang misteri tarekat dan budaya spiritual menyerap (tasawwuf) di tangan Syaikh Hammad bin Muslim al-Dabbas, rahmatullahi' alayh. Secara tradisional, ketika seseorang diinisiasi ke dalam tarekat, ia diberi khirqa (jubah sufi). Syaikh 'Abdul Qadir Jilani telah dianugerahkan khirqa oleh Syaikh Qadhi Abi Sa'id al-Makhzumi, rahmatullahi' alayh, (disebut sebagai Al Mukharrimi atau Al-Makhrimi dalam beberapa teks).
Seorang Syekh (tokoh spiritual muslim), wangi dalam syariah, tarekat dan haqiqi ma'rifa (pengetahuan tentang realitas rohani), mampu mengetahui tingkat spiritual seorang murid (pencari spiritual / murid) dan dapat menetapkan awraad tambahan dan azkaar (ibadah sunah secara rutin) yang akan dilakukan untuk mencapai kemajuan spiritual. Syaikh 'Abdul Qadir Jilani kemudian menjadi lambang guru spiritual tersebut.
Para tarekat diikuti oleh Syaikh 'Abdul Qadir Jilani Rady Allahu' Anhu kemudian disebut setelah dia sebagai tarekat Qadiriyyah dan itu datang yang akan diterima secara universal sebagai jalan ilahi-dipandu untuk kemajuan rohani melalui zikir (mengingat) Allah untuk membersihkan hati seseorang segala kejahatan, untuk memimpin kehidupan yang baik, untuk mencapai kecintaan pada Nabi Suci Muhammad Sallallahu 'alaihi wa Sallam, kasih dari Ahl u'l Bayt (Rumah Tangga Nabi diberkati), maka kasih para sahabat, (sahabat) dan kasih Allah awliya (teman Allah), dan mengikuti syariah (hukum Islam suci) sesuai dengan ajaran salah satu dari empat Imam madzhab, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, semoga Allah Ta'ala meridhai mereka semua

Thursday, 4 August 2011

Ramadhan Mubarok

What to Avoid During RamadanWe came across this excellent article via an email forward recently. The following article contains useful reminders on what NOT to do during Ramadan - a valuable read indeed. The holy month of Ramadan will be over before we even realise it - so while we have the time, we should make good use of it by spending more time on our spiritual objectives. Ramadan only come once a year - seize the opportunity to reap in good for yourself and your family while it lasts.


1. Taking Ramadaan as a ritual: For many of us Ramadaan has lost its spirituality and has become more of a ritual than a form of Ibaadah. We fast from morning to night like a zombie just because everyone around us is fasting too. We forget that its a time to purify our hearts and our souls from all evil. We forget to make dua, forget to beseech Allaah to forgive us and ask Him to save us from the Fire. Sure we stay away from food and drink but that's about all.

Although the Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Jibreel said to me, 'May Allaah rub his nose in the dust, that person to who Ramadaan comes and his sins are not forgiven,' and I said, 'Ameen'. Then he said, 'May Allaah rub his nose in the dust, that person who lives to see his parents grow old, one or both of them, but he does not enter Paradise (by not serving them) and I said, 'Ameen'. Then he said, 'May Allaah rub his nose in the dust, that person in whose presence you are mentioned and he does not send blessings upon you,' and I said, 'Ameen.'" (Tirmidhi)

2. Too much stress on food and drink: For some people, the entire month of Ramadaan revolves around food. They spend the ENTIRE day planning, cooking, shopping and thinking about only food, instead of concentrating on Salaah, Quraan and other acts of worship. All they can think of is FOOD. So much so that they turn the month of 'fasting' into the month of 'feasting'. Come Iftaar time, their table is a sight to see, with the multitudes and varieties of food, sweets and drinks. They are missing the very purpose of fasting, and thus, increase in their greed and desires instead of learning to control them. It is also a kind of waste & extravagance.

".....and eat and drink but waste not by extravagance, certainly He (Allaah) likes not Al-Musrifoon (those who waste by extravagance)" [al-Araaf :31]

3. Spending all day cooking: Some of the sisters (either by their own choice or forced by their husbands) are cooking ALL day and ALL night, so that by the end of the day, they are too tired to even pray Ishaa, let alone pray Taraweeh or Tahajjud or even read Quraan. This is the month of mercy and forgiveness. So turn off that stove and turn on your Imaan!

4. Eating too much: Some people stuff themselves at Suhoor until they are ready to burst, because they think this is the way to not feel hungry during the day and some people eat at Iftaar, like there is no tomorrow, trying to 'make up for the food missed.' However, this is completely against the Sunnah. Moderation is the key to everything.

The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "The son of Adam does not fill any vessel worse than his stomach; for the son of Adam a few mouthfuls are sufficient to keep his back straight. If you must fill it, then one-third for food, one-third for drink and one-third for air." (Tirmidhi).

Too much food distracts a person from many deeds of obedience and worship, makes him lazy and also makes the heart heedless.

It was said to Imam Ahmad: Does a man find any softness and humility in his heart when he is full? He said, I do not think so.

5. Sleeping all day: Some people spend their entire day (or a major part of it) 'sleeping away their fast'. Is this what is really required of us during this noble month? These people also are missing the purpose of fasting and are slaves to their desires of comfort and ease. They cannot 'bear' to be awake and face a little hunger or exert a little self-control. For a fasting person to spend most of the day asleep is nothing but, negligence on his part.

6. Wasting time: The month of Ramadaan is a precious, precious time, so much so that Allaah calls this month "Ayyamum Ma'doodaat" (A fixed number of days). Before we know it, this month of mercy and forgiveness will be over. We should try and spend every moment possible in the worship of Allaah so that we can make the most of this blessing. However, there are some of us who waste away their day playing video games, or worse still, watching TV, movies or even listening to music. Subhaan Allaah! Trying to obey Allaah by DISOBEYING him!

7. Fasting but not giving up evil: Some of us fast but do not give up lying, cursing, fighting, backbiting, etc. and some of us fast but do not give up cheating, stealing, dealing in haraam, buying lotto tickets, selling alcohol, fornication, etc. and all kinds of impermissible things without realizing that the purpose of fasting is to not stay away from food and drink; rather the aim behind it is to fear Allaah.

"O you who believe! Fasting is prescribed for you as it was prescribed for those before you, that you may become Al-Muttaqoon (the pious)" [al-Baqarah 2:183]

The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Whoever does not give up false speech and acting upon it, and ignorance, Allaah has no need of him giving up his food and drink." (Bukhaari)

8. Skipping Suhoor: The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Eat suhoor for in suhoor there is blessing."(Bukhaari, Muslim).

And he (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "The thing that differentiates between our fasting and the fasting of the People of the Book is eating suhoor." (Muslim)

9. Not fasting if they missed Suhoor: Some people are too scared to fast if they miss Suhoor. However, this is a kind of cowardice and love of ease. What is the big deal if you missed a few morsels of food? It's not like you will die. Remember, obedience to Allaah overcomes everything.

10. Delaying breaking fast: Some people wait until the adhaan finishes or even several minutes after that, just to be 'on the safe side'. However, the Sunnah is to hasten to break the fast, which means breaking fast whenever the adhaan starts, right after the sun has set. Aa'ishah (RA) said: This is what the Messenger of Allaah (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) used to do. (Muslim)

The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "The people will continue to do well so long as they hasten to break the fast." (Bukhaari, Muslim)

Determine to the best of your ability, the accuracy of your clock, calendar, etc. and then have tawakkul on Allaah and break your fast exactly on time.

11. Eating continuously until the time for Maghrib is up: Some people put so much food in their plates when breaking their fast and continue eating, enjoying dessert, drinking tea, etc., until they miss Maghrib. That is obviously not right. The Sunnah of the Prophet (pbuh) was that once he broke his fast with some dates, them he would hasten to the prayer. Once you are done with the prayer, you can always go back and eat some more if you wish.

12.Missing the golden chance of having your Dua accepted: The prayer of the fasting person is guaranteed to be accepted at the time of breaking fast.

The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Three prayers are not rejected: the prayer of a father, the prayer of a fasting person, and the prayer of a traveler." (Tirmidhi).

Instead of sitting down and making Dua at this precious time, some people forego this beautiful chance, and are too busy frying samosas, talking, setting the food, filling their plates and glasses, etc. Think about it....Is food more important than the chance to have your sins forgiven or the fulfillment of your Duas.

13. Fasting but not praying : The fasting of one who does not pray WILL NOT BE ACCEPTED. This is because not praying constitutes kufr as the Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Between a man and shirk and kufr there stands his giving up prayer." (Muslim)

In fact, NONE of his good deeds will be accepted; rather, they are all annulled.

"Whoever does not pray 'Asr, his good deeds will be annulled." (Bukhaari)

14. Not fasting because of exams or work: Exams or work is NOT one of the excuses allowed by the Shariah to not fast. You can do your studying and revision at night if it is too hard to do that during the day. Also remember that pleasing and obeying Allaah is much more important than 'good grades'. Besides, if you will fulfil your obligation to fast, even if you have to study, Allaah will make it easy for you and help you in everything you do.

"Whosoever fears Allah, He will appoint for him a way out and provide for him from where he does not expect, Allah is Sufficient for whosoever puts his trust in Him." (Surah at-Talaaq 2-3)

15. Mixing fasting and dieting: DO NOT make the mistake of fasting with the intention to diet. That is one of the biggest mistakes some of us make (esp. sisters). Fasting is an act of worship and can only be for the sake of Allah alone. Otherwise, mixing it with the intention of dieting may become a form of (minor) Shirk.

16. Wasting the last part of Ramadaan preparing for Eid: Some people waste the entire last 10 days of Ramadaan preparing for Eid, shopping and frequenting malls, etc. neglecting Ibadah and Lailatul Qadr. although, the Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) used to strive the hardest during the last ten days of Ramadaan in worship (Ahmad, Muslim) and not in shopping. Buy whatever you need for Eid before Ramadaan so that you can utilize the time in Ramadaan to the max.

Aa'ishah (RA) said: "When the (last) ten nights began, the Messenger of Allaah (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam)) would tighten his waist-wrapper (i.e., strive hard in worship or refrain from intimacy with his wives), stay awake at night and wake his family." (Bukhaari and Muslim).

17. Iftaar parties: Although inviting each other for breaking fast is something good and encouraged, some people go to extremes with lavish 'Iftaar parties' with all sorts of disobedience to Allaah, from flirting, mixing of the sexes and hijaab-less women, to show-off and extravagance, to heedlessness to Salaah, and Taraweeh to even music and dancing.