Tuesday, 3 April 2012

HangZhou Steam Turbines with Siemens Technology


Hangzhou Steam Turbine Co., Ltd. designs, manufactures, sells, and services industrial steam turbines and related equipments, elements, and accessories primarily in China. It offers various impulse and reaction turbines, including condensing, extraction, backpressure, extraction condensing, multi-stage backpressure, and extraction backpressure turbines. The company also provides equipment integration, after-sales, and import and export services. In addition, it is involved in the development and manufacture of electrical and mechanical equipment control unit; manufacture of cast iron and steel products; installation and maintenance of casting equipments; manufacture and processing of equipment of steam turbines; design, manufacture, retail, and wholesale of cooling and depressurizing equipment; and manufacture of forging and casting materials, and chamotte and concrete products.

Further, the company offers steam and gas turbine, generator, gear box, boiler, air cooler, condensator, power plant equipment, water turbine, air compressor, fan, controlling equipment, spare parts, and materials. Additionally, it engages in researching, developing, and application of energy saving and environment protection technologies; promoting and selling environment protection products; and a provision technical consulting services, feasibility researching, designing, and contracting environment protection projects. The company also provides steam turbine periphery; and design, installation, consultation, and technology services. Its products are used in various industries, such as electric power and petrol chemistry; rotator machinery, compressor, air-blower, pump, and squeezer; oil refining, chemical, chemical fertilizer, building materials, metallurgy, electricity, light, and environmental protection; and power plants. The company was founded in 1958 and is based in Hangzhou, China. Hangzhou Steam Turbine Co., Ltd. is a subsidiary of Hangzhou Steam Turbine Power Group Co., Ltd.
Given the relatively low fuel cost of coal- and nuclear-powered steam turbine generators, and the increasing strategic value of existing sites, a modernization of existing equipment can be more cost-effective and faster than installing new generation equipment. Performance Enhancement Programs can help you to improve assets and environmental compatibility, and furthermore lead to higher reliability and overall performance. Our customers are impressed by the performance enhancements resulting from modernizations. We prepare either your power plant, your plant in the oil & gas sector or your industrial plant for tomorrow and beyond. We inspect your plant, whether Siemens plants or plants manufactured by other OEMs, and give you the options tailored to your needs.

Focused on the turbine generator and its auxiliaries, Hangzhou with Siemens Technology provides the interface across various disciplines to address the boiler (or steam generator), the control system and the balance of plant considerations on any modernization activity. We also assist in evaluating the net present value calculation and IRR analyses necessary to justify the project. In addition, uniquely qualified engineers provide complete turnkey installation of modernized equipment in concert with the plant's inspection requirements and scheduled outage duration. They can help to plan the outage work in detail with other subcontractors to ensure an on-time completion. Finally, Hangzhou has the capability to utilize creative financing for the modernization capital, based on sales of the incremental megawatts.

Wednesday, 7 March 2012

5 Tips Terbaik untuk Hidup Sehat Anda



"Kesehatan adalah kekayaan" kata pepatah. Anda tidak dapat dikatakan cukup menghasilkan kekayaan ketika Anda sakit. Oleh karena itu penting untuk mempertahankan gaya hidup yang sehat.

Ada 5 tips untuk hidup sehat yang dapat diaplikasikan di kehidupan anda sehari hari untuk kehidupan sehat anda.

1. Makanan. Kesehatan setiap orang tergantung pada apa yang ia makan. Orang yang makan dan diet seimbang; kaya karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, lemak dan minyak dan air pasti akan sehat.

Tubuhnya akan mengembangkan antibodi yang cukup yang akan berperang melawan setiap antigen yang masuk ke dalam tubuh. Semua sel dan jaringan yang rusak akibat kegiatan sehari-hari akan diisi ulang. Satu yang lain, orang yang makan diet seimbang akan sakit dari waktu ke waktu.

Juga orang yang mengkonsumsi banyak alkohol, merokok, mengambil obat keras dll, akan membahayakan kesehatannya. Hal-hal akan menghancurkan sistem kekebalan tubuh, sel-sel dan jaringan.

Hal ini akan mengakibatkan penyakit seperti kanker, tekanan darah tinggi, diabetes dll .Pertanyaannya datang kepada Anda sekarang, apa yang Anda makan? Apa yang anda biasanya makan? Berpikir dan bertindaklah sekarang untuk hidu sehat anda :)

2. Olahraga. Olahraga sangat penting untuk hidup sehat. Hal ini memungkinkan kita meregangkan otot dan jaringan, membakar lemak dalam tubuh kita, membuat peredaran darah , pencernaan, pernafasan, dan sistem ekskretoris kita bekerja dengan baik.

Olahraga membuat kita tidur dan istirahat dengan baik. Manfaat yang diperoleh dari Olahraga begitu banyak. Ada berbagai jenis olahraga yang bisa kita lakukan seperti: berjalan, berjalan, melompat, menari, jogging, bersepeda, sepakbola, basket, dll

Anda dapat memilih dari salah satu diantaranya. Cobalah sebisa mungkin keringat. Berolah raga sedikitnya dua jam setiap minggu. Tidak peduli Anda membuat jadwal yang ketat untuk waktu berolahraga.

3. Beristirahat. Tubuh adalah seperti sebuah mesin yang dapat mengurai jika tidak  didinginkan setelah bekerja berjam – jam. Istirahat membantu tubuh kita menjadi lebih segar, lebih efisien dan tentu lebih produktif.

Ketika kita beristirahat, metabolisme tubuh melambat, dan pada saat itu dilakukan perbaikan pada sel-sel dan jaringan. Beberapa orang telah menyalahgunakan tubuh mereka dengan bekerja sepanjang tahun dan pada akhirnya adalah merusak sistem tubuh mereka. Luangkan waktu sejenak untuk liburan dan bersantai, ini sangat baik untuk kesehatan Anda. :)

4. Bekerja. Pekerjaan sangat penting untuk mempertahankan hidup sehat. Bekerja dapat menciptakan kekayaan, dan kekayaan digunakan untuk mempertahankan hidup sehat. Sebuah kata pepatah berkata "dia yang tidak bekerja tidak boleh makan".

Dan kita tahu kesehatan implikasi-sakit dan kematian. Jangan pernah malas, ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menciptakan kekayaan, terlibatlah dalam pekerjaan dan jadikanlah hidup anda bahagia.

5. Lingkungan. Tempat kita tinggal menentukan keadaan kesehatan kita. Sebuah lingkungan, kotor rawan nyamuk, udara daerah tercemar tentu akan membahayakan kesehatan kita. Jika kita menjaga lingkungan kita tetap bersih, maka niscaya hidup kita akan selalu sehat.

Sunday, 4 March 2012

Kasih Sayang Ibu

Di sebuah rumah sakit bersalin, seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya. "Bisa saya melihat bayi saya?" pinta ibu yang baru melahirkan itu penuh rona kebahagiaan di wajahnya. Namun, ketika gendongan berpindah tangan dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, si ibu terlihat menahan napasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit, tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Bayi yang digendongnya ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget, si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang.
Waktu membuktikan, bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Ibu itu pun ikut berurai air mata. Ia
tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil terisak, anak itu bercerita, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Begitulah, meski tumbuh dengan kekurangan, anak lelaki itu kini telah dewasa. Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya, meski punya kekurangan, ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas. Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan menulis. Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik.

Suatu hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia," kata si ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Ia pun seperti terlahir kembali. Wajahnya yang tampan, ditambah kini ia sudah punya daun telinga, membuat ia semakin terlihat menawan. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.
Beberapa waktu kemudian, ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia lantas menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya."
Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari, tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi. Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik si ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, ‘kan?"
Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah tangisnya. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini.

Sahabat,
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh, namun ada di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat. Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya. Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati, di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun.
Dalam cerita di atas, cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan. Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni. Karena itu, sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan jasa seorang ibu. Sebab, apa pun yang telah kita lakukan, pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang.
Mari, jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan. Sebab, dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada para ibu, kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan

Saturday, 25 February 2012

Tarekat Syech Abdul Qadir Djaelani


Muslim mengikuti tarekat (jalan spiritual menuju Allah Ta'ala) berdasarkan syariat (hukum Islam yang suci).
Dalam urusan syariat (hukum Islam suci), Mahbub Sub-hani Syaikh 'Abdul Qadir Jilani Rady Allahu' Anhu adalah  dalam madzhab Hanbali (sekolah hukum Muslim suci) serta mazhab Syafi'i, dan Kepala eksponen dari Ahlus-Sunnah wal u's Jama'ah (orang-orang yang mengikuti gaya hidup Nabi Muhammad dan para sahabatnya diberkati).
Cara untuk lebih dekat kepada Allah Ta'ala adalah melalui pemenuhan kewajiban agama , ibadah sunah  siang dan malam, melalui pengingatan kepada sang Khalik (zikir) Allah, salawaat tanpa henti (doa berkat) pada Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi wa Sallam, Sunnah puasa, amal, sifat zuhudnya (pantang) dan juhd (pengurasan tenaga di jalan Allah Ta'ala) sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad sendiri. Ini kemudian dinamakan tarekat (jalan spiritual menuju Allah Ta'ala) yang berakar pada syariah (Hukum Islam suci).
Syaikh 'Abdul Qadir Jilani belajar tentang misteri tarekat dan budaya spiritual menyerap (tasawwuf) di tangan Syaikh Hammad bin Muslim al-Dabbas, rahmatullahi' alayh. Secara tradisional, ketika seseorang diinisiasi ke dalam tarekat, ia diberi khirqa (jubah sufi). Syaikh 'Abdul Qadir Jilani telah dianugerahkan khirqa oleh Syaikh Qadhi Abi Sa'id al-Makhzumi, rahmatullahi' alayh, (disebut sebagai Al Mukharrimi atau Al-Makhrimi dalam beberapa teks).
Seorang Syekh (tokoh spiritual muslim), wangi dalam syariah, tarekat dan haqiqi ma'rifa (pengetahuan tentang realitas rohani), mampu mengetahui tingkat spiritual seorang murid (pencari spiritual / murid) dan dapat menetapkan awraad tambahan dan azkaar (ibadah sunah secara rutin) yang akan dilakukan untuk mencapai kemajuan spiritual. Syaikh 'Abdul Qadir Jilani kemudian menjadi lambang guru spiritual tersebut.
Para tarekat diikuti oleh Syaikh 'Abdul Qadir Jilani Rady Allahu' Anhu kemudian disebut setelah dia sebagai tarekat Qadiriyyah dan itu datang yang akan diterima secara universal sebagai jalan ilahi-dipandu untuk kemajuan rohani melalui zikir (mengingat) Allah untuk membersihkan hati seseorang segala kejahatan, untuk memimpin kehidupan yang baik, untuk mencapai kecintaan pada Nabi Suci Muhammad Sallallahu 'alaihi wa Sallam, kasih dari Ahl u'l Bayt (Rumah Tangga Nabi diberkati), maka kasih para sahabat, (sahabat) dan kasih Allah awliya (teman Allah), dan mengikuti syariah (hukum Islam suci) sesuai dengan ajaran salah satu dari empat Imam madzhab, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, semoga Allah Ta'ala meridhai mereka semua

Thursday, 4 August 2011

Ramadhan Mubarok

What to Avoid During RamadanWe came across this excellent article via an email forward recently. The following article contains useful reminders on what NOT to do during Ramadan - a valuable read indeed. The holy month of Ramadan will be over before we even realise it - so while we have the time, we should make good use of it by spending more time on our spiritual objectives. Ramadan only come once a year - seize the opportunity to reap in good for yourself and your family while it lasts.


1. Taking Ramadaan as a ritual: For many of us Ramadaan has lost its spirituality and has become more of a ritual than a form of Ibaadah. We fast from morning to night like a zombie just because everyone around us is fasting too. We forget that its a time to purify our hearts and our souls from all evil. We forget to make dua, forget to beseech Allaah to forgive us and ask Him to save us from the Fire. Sure we stay away from food and drink but that's about all.

Although the Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Jibreel said to me, 'May Allaah rub his nose in the dust, that person to who Ramadaan comes and his sins are not forgiven,' and I said, 'Ameen'. Then he said, 'May Allaah rub his nose in the dust, that person who lives to see his parents grow old, one or both of them, but he does not enter Paradise (by not serving them) and I said, 'Ameen'. Then he said, 'May Allaah rub his nose in the dust, that person in whose presence you are mentioned and he does not send blessings upon you,' and I said, 'Ameen.'" (Tirmidhi)

2. Too much stress on food and drink: For some people, the entire month of Ramadaan revolves around food. They spend the ENTIRE day planning, cooking, shopping and thinking about only food, instead of concentrating on Salaah, Quraan and other acts of worship. All they can think of is FOOD. So much so that they turn the month of 'fasting' into the month of 'feasting'. Come Iftaar time, their table is a sight to see, with the multitudes and varieties of food, sweets and drinks. They are missing the very purpose of fasting, and thus, increase in their greed and desires instead of learning to control them. It is also a kind of waste & extravagance.

".....and eat and drink but waste not by extravagance, certainly He (Allaah) likes not Al-Musrifoon (those who waste by extravagance)" [al-Araaf :31]

3. Spending all day cooking: Some of the sisters (either by their own choice or forced by their husbands) are cooking ALL day and ALL night, so that by the end of the day, they are too tired to even pray Ishaa, let alone pray Taraweeh or Tahajjud or even read Quraan. This is the month of mercy and forgiveness. So turn off that stove and turn on your Imaan!

4. Eating too much: Some people stuff themselves at Suhoor until they are ready to burst, because they think this is the way to not feel hungry during the day and some people eat at Iftaar, like there is no tomorrow, trying to 'make up for the food missed.' However, this is completely against the Sunnah. Moderation is the key to everything.

The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "The son of Adam does not fill any vessel worse than his stomach; for the son of Adam a few mouthfuls are sufficient to keep his back straight. If you must fill it, then one-third for food, one-third for drink and one-third for air." (Tirmidhi).

Too much food distracts a person from many deeds of obedience and worship, makes him lazy and also makes the heart heedless.

It was said to Imam Ahmad: Does a man find any softness and humility in his heart when he is full? He said, I do not think so.

5. Sleeping all day: Some people spend their entire day (or a major part of it) 'sleeping away their fast'. Is this what is really required of us during this noble month? These people also are missing the purpose of fasting and are slaves to their desires of comfort and ease. They cannot 'bear' to be awake and face a little hunger or exert a little self-control. For a fasting person to spend most of the day asleep is nothing but, negligence on his part.

6. Wasting time: The month of Ramadaan is a precious, precious time, so much so that Allaah calls this month "Ayyamum Ma'doodaat" (A fixed number of days). Before we know it, this month of mercy and forgiveness will be over. We should try and spend every moment possible in the worship of Allaah so that we can make the most of this blessing. However, there are some of us who waste away their day playing video games, or worse still, watching TV, movies or even listening to music. Subhaan Allaah! Trying to obey Allaah by DISOBEYING him!

7. Fasting but not giving up evil: Some of us fast but do not give up lying, cursing, fighting, backbiting, etc. and some of us fast but do not give up cheating, stealing, dealing in haraam, buying lotto tickets, selling alcohol, fornication, etc. and all kinds of impermissible things without realizing that the purpose of fasting is to not stay away from food and drink; rather the aim behind it is to fear Allaah.

"O you who believe! Fasting is prescribed for you as it was prescribed for those before you, that you may become Al-Muttaqoon (the pious)" [al-Baqarah 2:183]

The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Whoever does not give up false speech and acting upon it, and ignorance, Allaah has no need of him giving up his food and drink." (Bukhaari)

8. Skipping Suhoor: The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Eat suhoor for in suhoor there is blessing."(Bukhaari, Muslim).

And he (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "The thing that differentiates between our fasting and the fasting of the People of the Book is eating suhoor." (Muslim)

9. Not fasting if they missed Suhoor: Some people are too scared to fast if they miss Suhoor. However, this is a kind of cowardice and love of ease. What is the big deal if you missed a few morsels of food? It's not like you will die. Remember, obedience to Allaah overcomes everything.

10. Delaying breaking fast: Some people wait until the adhaan finishes or even several minutes after that, just to be 'on the safe side'. However, the Sunnah is to hasten to break the fast, which means breaking fast whenever the adhaan starts, right after the sun has set. Aa'ishah (RA) said: This is what the Messenger of Allaah (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) used to do. (Muslim)

The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "The people will continue to do well so long as they hasten to break the fast." (Bukhaari, Muslim)

Determine to the best of your ability, the accuracy of your clock, calendar, etc. and then have tawakkul on Allaah and break your fast exactly on time.

11. Eating continuously until the time for Maghrib is up: Some people put so much food in their plates when breaking their fast and continue eating, enjoying dessert, drinking tea, etc., until they miss Maghrib. That is obviously not right. The Sunnah of the Prophet (pbuh) was that once he broke his fast with some dates, them he would hasten to the prayer. Once you are done with the prayer, you can always go back and eat some more if you wish.

12.Missing the golden chance of having your Dua accepted: The prayer of the fasting person is guaranteed to be accepted at the time of breaking fast.

The Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Three prayers are not rejected: the prayer of a father, the prayer of a fasting person, and the prayer of a traveler." (Tirmidhi).

Instead of sitting down and making Dua at this precious time, some people forego this beautiful chance, and are too busy frying samosas, talking, setting the food, filling their plates and glasses, etc. Think about it....Is food more important than the chance to have your sins forgiven or the fulfillment of your Duas.

13. Fasting but not praying : The fasting of one who does not pray WILL NOT BE ACCEPTED. This is because not praying constitutes kufr as the Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) said: "Between a man and shirk and kufr there stands his giving up prayer." (Muslim)

In fact, NONE of his good deeds will be accepted; rather, they are all annulled.

"Whoever does not pray 'Asr, his good deeds will be annulled." (Bukhaari)

14. Not fasting because of exams or work: Exams or work is NOT one of the excuses allowed by the Shariah to not fast. You can do your studying and revision at night if it is too hard to do that during the day. Also remember that pleasing and obeying Allaah is much more important than 'good grades'. Besides, if you will fulfil your obligation to fast, even if you have to study, Allaah will make it easy for you and help you in everything you do.

"Whosoever fears Allah, He will appoint for him a way out and provide for him from where he does not expect, Allah is Sufficient for whosoever puts his trust in Him." (Surah at-Talaaq 2-3)

15. Mixing fasting and dieting: DO NOT make the mistake of fasting with the intention to diet. That is one of the biggest mistakes some of us make (esp. sisters). Fasting is an act of worship and can only be for the sake of Allah alone. Otherwise, mixing it with the intention of dieting may become a form of (minor) Shirk.

16. Wasting the last part of Ramadaan preparing for Eid: Some people waste the entire last 10 days of Ramadaan preparing for Eid, shopping and frequenting malls, etc. neglecting Ibadah and Lailatul Qadr. although, the Prophet (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam) used to strive the hardest during the last ten days of Ramadaan in worship (Ahmad, Muslim) and not in shopping. Buy whatever you need for Eid before Ramadaan so that you can utilize the time in Ramadaan to the max.

Aa'ishah (RA) said: "When the (last) ten nights began, the Messenger of Allaah (Sal Allaahu Alaiyhi wa Sallam)) would tighten his waist-wrapper (i.e., strive hard in worship or refrain from intimacy with his wives), stay awake at night and wake his family." (Bukhaari and Muslim).

17. Iftaar parties: Although inviting each other for breaking fast is something good and encouraged, some people go to extremes with lavish 'Iftaar parties' with all sorts of disobedience to Allaah, from flirting, mixing of the sexes and hijaab-less women, to show-off and extravagance, to heedlessness to Salaah, and Taraweeh to even music and dancing.

Tuesday, 12 July 2011

Sholat Diatas Air,??


Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk ahli perniagaan berlepas dari sebuah pelabuhan di Mesir. Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah ribut petir dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terumbang-ambing dan hampir tenggelam. Berbagai usaha dibuat untuk mengelakkan kapal itu dipukul ombak ribut, namun semua usaha mereka sia-sia sahaja. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang akan terjadi pada kapal dan diri mereka.
Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah S.W.T. Kemudian lelaki itu turun dari kapal yang sedang terumbang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan solat di atas air.
Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan dia berkata, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Janganlah tinggalkan kami!" Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya. Para peniaga itu memanggil lagi, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!"
Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata, "ada apa ?" Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Peniaga itu berkata, "Wahai wali Allah, tidakkah kamu hendak mengambil berat tentang kapal yang hampir tenggelam ini?"
Wali itu berkata, "Dekatkan dirimu kepada Allah."
Para penumpang itu berkata, "Apa yang mesti kami buat?"
Wali Allah itu berkata, "Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat."
Kesemua mereka sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat. Kemudian mereka berkata, "Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami semua selamat."
Wali Allah itu berkata lagi, "Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah."
Dengan membaca Bismillah, maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan menghampiri wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang mengandungi muatan beratus ribu ringgit itu pun tenggelam ke dasar laut.
Habislah kesemua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Para penumpang tidak tahu apa yang hendak dibuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang tenggelam itu.
Salah seorang daripada peniaga itu berkata lagi, "Siapakah kamu wahai wali Allah?"
Wali Allah itu berkata, "Saya ialah Awais Al-Qarni."
Peniaga itu berkata lagi, "Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat harta fakir-miskin Madinah yang dihantar oleh seorang jutawan Mesir."
WaliAllah berkata, "Sekiranya Allah kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan membahagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?"
Peniaga itu berkata, "Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah."
Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka dia pun mengerjakan solat dua rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah S.W>T agar kapal itu ditimbulkan semula bersama-sama hartanya.
Tidak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung di atas air. Kesemua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang.
Setelah itu dinaikkan kesemua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Apabila sampai di Madinah, peniaga yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya dengan membahagi-bahagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal. Wallahu a'alam.

Saturday, 2 July 2011

Arti sebuah Kebahagiaan


Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.
Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.
Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.
Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.
Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.
Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".
Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?
Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.